Home >> Berita >> Artikel

Sejarah Padang Lawas Utara

Jum'at, 31 Maret 2017 ~ Oleh admin ~ Dilihat 7474 Kali

Pada Zaman Penjajahan Belanda, Kabupaten Tapanuli Selatan disebut Afdeling Padangsidimpuan yang dikepalai oleh seorang Residen yang berkedudukan di Padangsidimpuan. Afdeling Padang Sidimpuan dibagi tiga onder afdeling, masing-masing dikepalai oleh Contreleur dibantu oleh masing-masing Demang yaitu :

  1. Onder Afdeling Angkola dan Sipirok berkedudukan di Padangsidimpuan, onder ini dibagi atas tiga Distrik yaitu : Distrik Angkola berkedudukan di Padangsidimpuan, Distrik Batangtoru berkedudukan di Batangtoru, Distrik Sipirok berkedudukan di Sipirok.
  2. Onder Afdeling Padang Lawas berkedudukan di Padang Lawas, Onder ini dibagi atas tiga distrik, yang dikepalai oleh seorang Asisten Demang yaitu : Distrik Padang Bolak berkedudukan di Gunungtua, Distrik Barumun dan Sosa berkedudukan di Sibuhuan, Distrik Dolok berkedudukan di Sipiongot. 
  3. Onder Afdeling Mandailing Natal berkeduduka di Kota Nopan dibagi atas lima Onder Distrik yaitu : Distrik Panyabungan berkedudukan di Panyabungan, Distrik Kota Nopan berkedudukan di Kota Nopan, Distrik Muara Sipongi berkedudukan di Muara Sipongi, Distrik Natal berkedudukan di Natal, Distrik Batang Natal berkedudukan di Muara Soma. Setiap Onder Distrik dibagi atas beberapa Luhat yang dikepalai seorang kepala Hoofd dan dibantu oleh seorang Kepala Ripe.

Setelah Republik Indonesia menerima kedaulatan penuh pada akhir tahun 1949, maka pembagian Daerah Administrasi Pemerintahan mengalami perubahan pula. Selain itu juga dengan keluarnya Undang Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1998 dan disyahkan pada tanggal 23 Nopember 1998 pembentukan Kabupaten Mandailing Natal maka Kabupaten Tapanuli Selatan dimekarkan menjadi 2 Kabupaten, yaitu Kabupaten Mandailing Natal (ibukotanya Panyabungan) dengan jumlah daerah Administrasi 8 Kecamatan dan Kabupaten Tapanuli Selatan (ibukotanya Padangsidimpuan) dengan jumlah daerah administrasi 16 Kecamatan.

Dengan akomodasi Pemerintahan yang semakin meningkat, maka beberapa dekade sering terjadi pemekaran daerah baik kecamatan maupun Kabupaten. Contohnya kecamatan Sipirok dimekarkan menjadi 2 kecamatan yaitu kecamatan Sipirok dengan ibukotanya Sipirok dan Kecamatan Arse ibukotanya Arse (tahun 1999), Kecamatan Portibi dimekarkan dari kecamatan Padang Bolak (tahun 2002), serta beberapa kecamatan lain. Kabupaten Tapanuli Selatan dimekarkan menjadi 3 daerah kabupaten, yaitu Kabupaten Padang Lawas Utara (ibukotanya Gunung Tua) dengan jumlah daerah Administrasi 8 Kecamatan ditambah 10 desa dari Wilayah Kecamatan Padangsidimpuan Timur dan Kabupaten Padang Lawas (ibukotanya Sibuhuan) dengan jumlah daerah administrasi 9 Kecamatan sedangkan Kabupaten Tapanuli Selatan (ibukotanya Sipirok) dengan jumlah daerah administrasi yang berjumlah sebanyak 11 Kecamatan.

Kabupaten Padang Lawas Utara merupakan Kabupaten pemekaran Baru dari Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2007. Dasar hukum pendirian Kabupaten Padang Lawas Utara adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2007 dan disyahkan pada tanggal 10 Agustus 2007 tentang pembentukan Kabupaten Padang Lawas Utara. Pada awal Pemerintahannya di Pimpin Oleh Penjabat Bupati Drs. Arsyad., MM, kemudian dilakukan pemilihan Bupati Pertama sekali dengan terpilihnya Drs. Bachrum Harahap dan wakil Bupati Riskon Hasibuan yang menjabat selama 2 Periode 2008-2013 an 2013-2018. Saat ini untuk periode 2013-2023 sebagai Bupati terpilih adalah Andar Amin Harahap., S.STP., M.Si dan Hariro Harahap, SE, M.Si.

Komentar Anda