• Seluruh SKPD di Padang Lawas Utara di wajibkan Untuk Menginput RUP T.A 2017 pada SiRUP LKPP. admin
  • Perhatian kepada Dinas Terkait untuk menginput PPID. Terima Kasih. Admin
  • Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara saat ini memiliki Halaman Fanspage Facebook untuk memberikan informasi ke masyarakat luas.. Admin
  • Kab. Paluta akan menyelenggarakan pelatihan penulisan & pengelolaan website pada hari senin-selasa (30-31 Oktober 2017). Daftarkan keikutsertaan perwakilan SKPD atau komunitas anda pada acara tersebut di nomor: 081397306008 Ali Siregar. Admin

Candi Bahal Padang Lawas Utara

Minggu, 27 Agustus 2017 ~ Oleh redaksi berita ~ Dilihat 199 Kali

Candi Bahal atau Candi Portibi adalah kompleks candi Buddha aliran Vajrayana yang terletak di Desa Bahal, Kecamatan Padang Bolak, Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Berjarak sekitar 423 km dari Kota Medan.

Candi Bahal, Biaro Bahal Candi ini merupakan kompleks candi (dalam istilah penduduk setempat disebut biaro) yang terluas di provinsi Sumatera Utara, karena arealnya melingkupi kompleks Candi Bahal I, Bahal II dan Bahal III. Seluruh bangunan di ketiga kompleks candi dibuat dari bata merah, kecuali arca-arcanya yang terbuat dari batu keras.

Masing-masing kompleks candi dikelilingi oleh pagar setinggi dan setebal sekitar 1 m yang juga terbuat dari susunan bata merah. Di sisi timur terdapat gerbang yang menjorok keluar dan di kanan-kirinya diapit oleh dinding setinggi sekitar 60 cm. Di setiap kompleks candi terdapat bangunan utama yang terletak di tengah halaman dengan pintu masuk tepat menghadap ke gerbang.

Candi ini terbuat dari bahan bata merah dan diduga berasal dari sekitar abad ke-11 dan dikaitkan dengan Kerajaan Pannai, salah satu pelabuhan di pesisir Selat Malaka yang ditaklukan dan menjadi bagian dari mandala Sriwijaya.

Memiliki Tiga bangunan kuno yaitu Candi Bahal I, II dan III. Saling berhubungan dan terdiri dalam satu garis imaginer yang lurus. Candi Bahal I yang terbesar.

Dinding candi sekelilingnya yang berukiran tokoh yaksa yang berkepala hewan, yang sedang menari-nari. Rupa para penari itu memakai topeng hewani seperti pada upacara di Tibet. Di antara semua papan berhiasan itu ada ukiran singa yang duduk.

Di Bahal II pernah ditemukan sebuah Arca Heruka yaitu Arca Demonis yang mewujudkan tokoh Pantheon Agama Buddha aliran Mahayanan, sekte bajrayana atau tantrayana. Heruka berdiri di atas jenazah dalam sikap menari pada tangan kanannya ada tongkat. Bahal III berukiran hiasan daun.

Candi ini diberi nama berdasarkan nama desa tempat bangunan ini berdiri. Selain itu nama Portibi dalam bahasa Batak berarti 'dunia' atau 'bumi' istilah serapan yang berasal dari bahasa sansekerta: Pertiwi (dewi Bumi). Arsitektur bangunan candi ini hampir serupa dengan Candi Jabung yang ada Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kemungkinan, persawahan dan perkampungan di sekitar candi-candi tersebut tadinya merupakan padang yang sangat luas. Dari sekian banyak candi Padang Lawas Utara hanya Candi Bahal yang sudah selesai dipugar,  Candi Pulo sedang dalam proses renovasi, sedangkan candi lainnya masih berupa reruntuhannya.

Kabupaten Padang Lawas Utara mempunyai banyak potensi pariwisata yang nantinya bisa menjadi potensi Pendapatan Daerah yang begitu memungkinkan meningkatkan pendapatan daerah.

 

SOURCE

Komentar Anda

  1. Berita TERKAIT

Bupati & Wakil Bupati

...
 

JAJAK PENDAPAT

Menurut Anda apa yang perlu dibenahi dari Kabupaten Padang Lawas Utara?

LIHAT HASIL
Flag Counter