• PENGUMUMAN : LPSE Kabupaten Padang Lawas Utara Telah di Ubah dari Versi 3.6 Manjadi 4.2. Admin

Kebudayaan dan Pariwisata Padang Lawas Utara

Potensi Pariwisata di Kabupaten Padang Lawas Utara antara lain memiliki tujuan objek wisata yang sangat spesifik seperti objek wisata peninggalan sejarah purbakala. Candi Bahal I, Candi Bahal II, Candi Bahal III, Candi Pulo, Candi Bara, Candi Aloban, Candi Tanjung Bangun, Candi Sitopayan, dan Candi NagaSaribu. Objek wisata alam antara lain Goa Liakkabor, Danau, Pemandian Air Panas, Air Terjun dan Bendungan Batang Ilung.

  1. Candi Bahal I

Candi Bahal I Berada di Desa Bahal Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara, yang dapat ditempuh dari Gunungtua sekitar 20 menit. Masyarakat lokal sering menyebutnya dengan Biaro atau Bihara. Candi Bahal I berkaitan dengan agama Buddha aliran Wajrayana.

Bangunan Induk Biara Bahal I terbagi atas bagian kaki, badan dan bagian atap. Di bagian luar pipi tangga ada 3 (tiga) panil relief menggambarkan Yaksha (makhluk kayangan penjaga kekayaan dan kesuburan alam) yang sedang menari. pada dinding besar Batur terdapat relief singa, demikian pula di dinding belakang. Makara di bagian depan tangga berbahan tufaan. Pada mulut makara digambarkan prajurit membawa pedang dan perisai yang mengenakan mahkota kerucut (jakamakuta) dan berkalung untaian mutiara.

Badan Biara terdapat ruangan. Di bagian pintu masuk terdapat ruang penampil yang kiri-kanannya dilengkapi sepasang Arca dwarapala. Selanjutnya bagian atap berbentuk stupa yang diletakkan di atas lapik (asana) berpropil sisi genta (ojief), bingkai persegi dan setengan bulatan. Hingga batas atap dapat dipugar, tinggi keseluruhan Biara Induk 14 (empat belas) meter.

  1. Candi Bahal II

Candi Bahal II atau yang sering disebut dengan Biaro Bahal merupakan bagian dari kompleks percandian Bahal. Candi Bahal II ini berada di arah timur Candi Bahal I, jarak dari Candi Bahal I ke Candi Bahal II sekitar 350meter. Dibandingkan dengan Candi Bahal I, kompleks Candi Bahal II relative lebih sempit, demikian juga dengan bangunannya yang lebih pendek dan Perwara yang lebih sedikit.

Bangunan Bahal II saat ini terdapat bangunan inti dengan di depannya ada bangunan perwara tanpa butuh dandi sebelah kiri bangunannya juga ditemukan sebuah bangunan. Biara Bahal II terdiri atas bangunan Induk dan 2 (dua) bangunan penyerta/perwara. Di tempat inilah dijumpai Arca Heruka dalam kondisi pecah. Kelompok Biara ini memiliki pagar keliling 60 (enam puluh) meter x 50 (lima puluh) meter setinggi 1,2 (satu koma dua) meter dengan tebal 1 (satu) meter. Sisa gapura  pada sisi timur pagar keliling berukuran tinggi 1,5 (satu koma lima) meter.

  1. Candi Bahal III

Candi Bahal III merupakan candi yang berada di arah paling timur dari ketiga candi lainnya yang ada di Desa Bahal (Candi Pulo, Candi Bahal 1 dan Candi Bahal II). Medan menuju candi ini juga sedikit lebih menantang karena dari jalan utama desa menuju lokasi sekitar 250meter sedangkan Candi Bahal berada tepat di pinggir jalan utama dan Candi Bahal II hanya sekitarr 20 meter dari jalan utama Desa.

Biara Bahal III saat ini terdapat bangunan inti dengan didepannya ada bangunan perwara tanpa tubuh dan di sebelah kiri bangunan juga ditemukan sebuah bangunan. Kelompok Biara Bahal III memiliki pagar keliling bergapura di sisi timur. Pagar keliling setinggi 1 meter berukuran 42 m x 35 m. selain bangunan induk, juga terdapat sebuah bangunan penyerta/perwara. Arca Vairocana berbahan perunggu ditemukan ditempat ini.

Pada tahun 1995 Balai Arkeologi Medan melakukan penelitian ditemukam Arca Vairocana yang digambarkan dengan seorang tokoh dalam sikap duduk bersila dengan kedua telapak kaki menghadap ke atas (paryangkasana) pada acana yang berbentuk padma. Tempat duduk dalam bentuk padma berada di atas lapik berdenah segi empat. Diatas lapik tergambar 2 ekor rusa yang mengapit sebuah roda (cakra). Tokoh digambarkan dengan rambut keriting, mata terbuka dan tidak memiliki tonjolan paa dahi (uma). Jubah yang dikenakan menutupi bagian lengan hingga mata kaki dan bagian bawah jubah di bagian dekat Arca.

  1. Candi Pulo

Candi Pulo diduga merupakan bagian dari jajaran yang sangat erat hubungan dengan Candi Bahal I, II, dan III, sebag candi ini juga berada di Desa Bahal yang terletak di arah barat Candi Bahal I. Jarak antara Candi Bahal I pun dengan Candi Pulo diperkirakan relative bersamaan dengan jarak Candi Bahal lainnya, yakni 350meter.

Ornamen – ornament candi masih banyak ditemukan di situs ini yang disusun berbaris di sisi timur pintu gerbang. Ornamen – ornament tersebut berupa bekas tiang, lapik yang beberapa diantaranya bermotif hisa sulur dan bermotif ukiran seperti gada atau motif manusia, dewa dan binatang yang disakralkan oleh mereka.  Bahan – bahan ornament tersebut terbuat dari batuan andesit putih atau batuan sungai. Sisa bagian bangunan yang paling jelas terlihat adalah berupa satu candi induk dan dua candi perwara yang berupa gundukan.

  1. Candi Bara

Terletak di Desa Bara, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, areal percandian ini terdapat tiga gundukan tanah yang  didalamnya mengandung runtuhan. Untuk menuju lokasi harus menempuh perjalanan sekitar 15KM dari Gunungtua kea rah timur,  kemudian tepat disamping Kantor Kecamatan Portibi belok ke arah utara menuju Desa Bara dengan jarak tempuh kurang lebih 3KM untuk sampai di lokasi candi.

Gundukan itu diperkirakan adalah bagian bangunan candi yang berupa satu bangunan utama atau candi induk dan dua bagian lainnya adalah berupa candi perwara (candi pendukung). Seperti candi lainnya yang terdapat di Kabupaten Padang Lawas Utara, candi ini juga terbuat dari batu bata merah. Kelompok bangunan ini memiliki tembok/pagar keliling dan dilengkapi dengan gerbang masuk. Gerbang masuk candi berada di arah timur bangunan utama yang sekarang dekat dengan perkebunan kelapa sawit warga sekitar.

 

  1. Candi Aloban

Peninggalan Candi Aloban mungkin adalah situs candi dengan area paling kecil diantara situs candi lainnya yang ditemukan di Kabupaten Padang Lawas Utara. Candi ini berada di Desa Aloban, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara. Candi Aloban terletak di arah timur laut pusat Kota  Gunungtua atau arah barat laut Kecamatan Portibi. Tinggalan yang tersisa disini hanya berupa gundukan tanah yang mengandung sebuha bangunan induk candi dan sedikit ornament berupa lapik yang terletak disekitar gundukan. Gundukan berbentuk persegi Panjang kira-kira 3x2 meter. 

  1. Candi Tanjung Bangun

Candi Tanjung Bangun berada di Dusun Tanjung Bangun berjarak sekitar 1KM dari Candi Aloban ke arah barat daya. Tinggalan yang bisa ditemui hanya berupa bangun utama candi yang terbuat dari bahan batu bata merah, pagar keliling bangunan utama serta dua buah makra. Sedangkan Candi Perwara yang berada di sisi selatan bangunan di atasnya sudah dibangun sebuah tempat kumpul warga, yang lazim disebut dengan nama sopo godang. Sayangnya pagar keliling Candi Tanjung Bangun ini mayoritas sudah rusak baik yang di arah barat, timur, selatan dan utara. Kerusakan ini disebabkan karena bangunan rumah beberapa warga, jalan utama desa serta jalan gang antar rumah penduduk. Sedangkan fitur-fitur atau  ornament lainnya kemungkinan besar banyak  yang sudah hilang atau dijadikan sebagai koleksi museum dan objek penelitian arkeologis.  

  1. Candi Sitopayan

Candi Sitopayan merupakan bagian dari Kawasan Percandian Padang Lawas, dimana Kawasan Percandian tersebut tersebar mulai dari Kabupate Padang Lawas Utara sampai dengan Kabupaten Padang Lawas dan merupakan candi dengan aliran Buddha Vajrayana. Lokasi candi berada di Desa Sitopayan, Kecamatan Portibi yang berjarak sekitar 3KM. 

Di lokasi ini ditemukan 4 kelompok reruntuhan yang berbahan batu bata dan batu kali. Bangunan induk candi dikelilingi setidaknya  30 buah batu bata dan batu kali berupa lapik – lapik kecil. Dua diantaranya terdapat prasasti yang digoreskan pada salah satu sisi batu, alas tiang arca dan fragmen stamba.

  1. Candi Naga Saribu

Candi Naga Saribu berada didaerah Naga Saribu, Kecamatan Padang Bolak Tenggara yang menjadi salah satu area penting dalam kajian perkembangan Hindu – Buddha di Padang Lawas Utara, sebab di salah satu desa di Naga Saribu tepatnya di Desa Purba Bangun terdapat salah satu situs candi peninggalan Buddha Vajrayana.

Sayangnya situs ini berada terlalu dekat dengan kebun kelapa sawit  warga, bahkan ditanami kelapa sawit sampai ke zona inti situs yang sangat dekat  dengan bangunan induk candi. Akar kelapa sawit sangat rentan untuk merusak struktur bangunan candi yang masih tersisa. 

Ornament – ornament Candi Naga Saribu pun banyak tersebar di sekitar daerah situs yang relative berjauhan dengan zona situs candi. Misalnya, disimpang empat bekas Pasar Naga Saribu terdapat dua buah lapik tiang yang diduga  berasal dari Candi Naga Saribu, kemudian satu buah lapik bermotif ukiran kala yang ada di Naga Saribu lama dekat masjid dan jembatan yang sudah dipastikan oleh peneliti arkeologi sebagai bagian dari situ Candi Naga Saribu, serta dua buah makara di salah satu lahan tokoh masyarakat yang juga sudah dipastikan sebagai bagian Candi Naga Saribu. 


Sumber : Dinas Pariwisata Kabupaten Padang Lawas Utara, 2017

 

Nama Berbagai Jenis Kekayaan Budaya yang Ada di Kabupaten Padang Lawas Utara

Jenis Data Data
Jenis Kekayaan Budaya Nama Budaya
a. Kesenian
1). Seni Suara

2). Seni Tari

3). Seni Musik

4). Seni Lukis

5). Pahat

6). Seni Sastra Bahasa

7). Seni Olahraga

8). Seni Bela Diri

Rude

Tor-Tor

Gondang

Seni Ukir Lukis

Gorga

Hapantunon

Uti-utian

Moncak
b. Bahasa a. Bahasa Angkola

b. Bahasa Mandailing
c. Adat Istiadat a. Upacara Adat Siron (Kebahagiaan)

b. Upacara Adat Sihitou (Kemalangan/Duka Cita)

 

Sumber :

1. Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kab. Padang Lawas Utara, 2013



Jenis, Lokasi dan Kondisi Objek Wisata di Kabupaten Padang Lawas Utara

Jenis Data Data
Jenis / Nama ODTW Lokasi Kondisi
Desa Kecamatan
a. Pemandian Air Panas Pangkirkiran Halongonan Kurang Baik
b. Pemandian Air Panas Rokan Baru Halongonan Kurang Baik
c. Air Terjun Aek Horsik Padang Bolak Kurang Baik
d. Air Terjun dan Gua Alam Dolok Sinomba Padang Bolak Kurang Baik
e. Pemandian Air Panas Lobu Bara Halongonan Kurang Baik
f. Aek Marsusang Hutaimbaru Halongonan Kurang Baik
g. Danau Tao Batang Onang Baru Batang Onang Kurang Baik
h. Wisata Alam Nabundong Nabundong Dolok Sigompulon Baik
i. Wisata Alam Simandiangin Padang Bolak Kurang Baik
j. Irigasi Batang Ilung Sibagasi Padang Bolak Baik

 

Sumber :

1. Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kab. Padang Lawas Utara, 2013

Jum'at, 31 Maret 2017 ~ Oleh admin ~ Dilihat 2438 Kali

Komentar Anda