• PENGUMUMAN : LPSE Kabupaten Padang Lawas Utara Telah di Ubah dari Versi 3.6 Manjadi 4.2. Admin
  • DISKOMINFO PALUTA Selenggarakan Sertifikasi Kompetensi Bidang TIK Info Lebihlanjut Hub. 0821-6033-6766 / 0858-8891-1876. DISKOMINFO PALUTA

HARI SATELIT

Siapa yang tak tahu Satelit? Satelit adalah bintang siarah yang mengedari bintang siarah yang lebih besar (Sumber : https://kbbi.web.id/satelit, 9 Juli 2019 13,05 WIB). Satelit ada yg alami, yaitu Bulan dan Satelit Buatan yaitu satelit yang dibuat oleh manusia dengan tujuan tertentu.

Satelit buatan mempunyai tujuan berbagai macam hal yang akan mempermudah hidup manusia, salah satunya adalah satelit komunikasi. Berbagai negara sudah banyak meluncurkan satelit komunikasi, termasuk Indonesia, Satelit Palapa namanya. Satelit ini pertama kali diluncurkan pada tanggal 9 Juli 1976. Nama Palapa diambil oleh Presiden Soeharto dari sumpah yang diikrarkan oleh Mahapatih Gajah Mada yaitu Sumpah Palapa.

Pada 42 tahun lalu, Indonesia merupakan negara ketiga yang meluncurkan satelit pemancar domestik setelah Kanada dan Amerika. Pancaran sinyal dari satelit Palapa A1 mampu menjangkau negara tetangga, seperti Filipina, Malaysia, Singapura, serta Thailand.  

Pada 9 Juli 2019, kita memperingati Hari Satelit Palapa. Maka ada baiknya kita kembali mengingat sejarah sekaligus mengenalkan kembali sejarah satelit Palapa kepada generasi kita. Tidak hanya mengenal satelit Palapa-nya saja, yang terpenting generasi Indonesia tidak melupakan sejarah bangsa dan negaranya sendiri.

Hingga awal tahun 1970-an, hubungan telekomunikasi dalam negeri masih menghadapi kendala. Keberhasilan penggunaan jaringan satelit untuk hubungan luar negeri mendorong munculnya gagasan untuk memanfaatkan teknologi yang sama bagi kepentingan dalam negeri. Saat itu, sistem komunikasi yang memanfaatkan teknologi satelit dianggap sebagai cara yang paling tepat untuk mengatasi berbagai persoalan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pada 15 Februari 1975 Indonesia menandatangani pengadaan dua satelit. Yaitu, satu stasiun pengendali utama dan empat puluh stasiun bumi disebar di beberapa daerah.

Langkah pertama pemerintah Indonesia mulai membangun sumber daya manusia dan fisik sejak tahun 1974. Beberapa orang Indonesia dikirim ke luar negeri untuk mempelajari sistem komunikasi modern. Langkah selanjutnya dibangun stasiun pengendali utama satelit di Cibinong, Jawa Barat, diikuti pendirian stasiun bumi di beberapa tempat.

Dibantu ahli dari luar negeri, para pakar teknologi Indonesia bersama-sama mengoperasikan teknologi komunikasi modern dan diberi nama Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) Palapa. Yaitu sistem komunikasi pengendali bumi yang dibuat oleh Hughes Aircraff Company (HAC) Perumtel Indonesia.

 

Proyek ini merupakan rintisan pemerintah guna merambah dunia komunikasi yang dikelola pertama kali oleh Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel). Perumtel adalah penyelenggara jasa komunikasi yang sekarang lebih dikenal dengan nama PT Telekomunikasi Indonesia atau Telkom. Proyek ini dianggap berguna bagi pemerintah karena melihat pentingnya penyebaran komunikasi di zaman orde baru kala itu.

Teknologi yang digunakan Satelit Palapa saat itu tergolong cukup maju yaitu menggunakan teknologi yang dipakai untuk satelit Anik dan Westar milik Kanada dan Amerika. Begitu pun dengan roket peluncur, satelit Palapa A1 diluncurkan menggunakan roket yang sama dengan kedua satelit tersebut yaitu Delta 2914.

Begitu juga dengan roket peluncur, Satelit Palapa A1 diluncurkan menggunakan roket yang sama dengan kedua satelit tersebut yaitu Delta 2914. Proyek pengerjaan Satelit Palapa A1 memakan waktu selama 17 bulan dan ini tergolong cukup cepat. Bahkan pengerjaannya sendiri tercatat sebagai pengerjaan satelit tercepat yang dilakukan oleh Hughes Space And Communication Inc. Sejak tahun 1976 sudah ada 10 satelit yang diluncurkan oleh Indonesia, yaitu Palapa A1, Palapa A2, Palapa B1, Palapa B2, Palapa B2P, Palapa B2R, Palapa B4, Palapa C1, Palapa C2, dan Palapa D

 

Rabu, 10 Juli 2019 ~ Oleh admin ~ Dilihat 55 Kali

Komentar Anda

  1. Berita TERKAIT